Event yang 'Dongkrak' Skate Scene Indonesia
Beberapa waktu lalu awal Juli 2022, antara tanggal 5 sampai 7 Juli ada sebuah event nasional yang tiba-tiba muncul tanpa adanya poster dikalangan media maupun skater yang posting di sosial media. Banyak skater daerah saat itu, dari pantauan Instagram tampak serentak berada di tempat dan waktu yang sama, yaitu di Jakabaring Sport City - Palembang. Mereka semua pergi kesana untuk satu tujuan yaitu menghadiri acara nasional, FORNAS.
Lalu hingga artikel ini diterbitkan, banyak yang bertanya dari peserta yang didapat dari event ini. Tampak dalam foto, pemenang hanya mendapatkan boneka & medali. Apa yang sebenarnya terjadi? Karena ini tidak seperti event skate pada umumnya yang biasa kita saksikan.
Jadi FORNAS adalah Festival Olah Raga Masyarakat Nasional yang diadakan secara tahunan oleh KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) yang sudah dimulai sejak 2010 lalu. Dan skateboard telah menjadi bagian dari event tersebut sejak pertama diadakan.

Sekian lama FORNAS diadakan, mengapa selama ini skateboard tidak begitu “terdengar” di kalangan daerah selama 10 tahun belakangan?! Artinya, perlakuannya seperti event skate pada umumnya dengan perwakilan individual yang berjalan seperti biasa. Coba kita selidiki bagaimana keadaan saat ini bisa berubah cukup drastis.
Bagaimana Awalnya?
Jika melihat pada olahraga lain, tiap kontingen itu terdaftar disetiap pembawa olahraga atau disebut INORGA (Induk Organisasi Olah Raga), tiap INORGA itu terdaftar lewat KORMI di Provinsi masing-masing. Karena itu merupakan syarat bagi olahraga yang masuk dalam perolehan medali.

Di event FORNAS 2020 ke belakang, tidak ada istilah “perolehan medali” di tiap pertandingan, yang didapat hanya sertifikat keikutsertaan. Namun kondisi ini dinilai kurang memberi manfaat bagi daerah, karena FORNAS belum menjadi event besar semacam PON, jadi yang dihasilkan disitu belum memiliki nilai yang tinggi. Mulai FORNAS 2019 Samarinda hingga sekarang, perolehan medali diadakan. Dan event ini jadi lebih memiliki gengsi dibanding yang sebelumnya. Sehingga medali dapat menjadi manfaat bagi daerah.
Apa hubungan Medali dengan manfaat bagi daerah?!
Di tahun 2022 ini, INORGA skateboard dibawah KORMI dijalankan oleh KIS (Komisi Indonesia Skateboard). Ada sebuah pemikiran, bahwa seharusnya event ini dapat memberikan dampak kepada daerah-daerah lain, secara jumlah skater daerah saat ini juga semakin tinggi skill-nya, tapi minim dukungan. Dukungan bisa datang dari 2 arah, dari brand (yang kebanyakan dukungan secara Personal) atau dari pemerintah dengan Fasilitas. Di kebanyakan daerah di Indonesia (terutama untuk kawasan Indonesia tengah dan Timur), tidak mudah untuk mendapatkan dukungan dari Brand. Jadi solusi yang dapat diusahakan pada momentum event ini adalah melalui jalur pemerintah, dan efeknya akan lebih terasa bagi kebanyakan skater.

Ide perolehan medali di FORNAS, menjadi pintu untuk membuka mata pemerintah daerah dalam memberikan dukungan. Karena medali adalah bukti kongkrit bagi pemerintah untuk menjadi tolak ukur prestasi daerah. Jadi kesempatan yang bisa diambil ini, harus ditempuh dengan mendaftarkan INORGA skateboard mulai dari pengurus di provinsi masing-masing se-Indonesia. Mendaftarkan ke provinsi tidak bisa juga sebagai personal. Maka dalam hal ini, skater daerah memanfaatkan KIS sebagai “kendaraan” menuju FORNAS, agar dapat diakui resmi sebagai perwakilan provinsi. Dan tidak dilihat sebagai perwakilan individual saja.
Mungkin pada sudut pandang kita yang main street atau di skatepark yang hanya just for fun, hal-hal seperti ini tidak terbesit pada pikiran kita, karena sebagian dari kita mungkin belum pernah terjun langsung berurusan dengan ranah yang semacam ini. Bahkan sebagian sudah pesimis untuk menempuh jalur ini. Tapi bagi skater daerah, cita-cita setiap daerah ingin memiliki skatepark sendiri, masih banyak yang belum kesampaian. Ini adalah salah satu celah yang bisa dimanfaatkan.
Bagi personal, hal ini juga memiliki manfaat. Perolehan medali / prestasi yang diakui oleh negara memiliki bobot yang tinggi bagi peserta. Tidak sedikit orang yang memanfaatkan medali tersebut untuk membantu contohnya dalam hal pendidikan, medali menambah alasan sekolah / universitas dapat menerima peserta sebagai mahasiswa, selama jalur yang ditempuh sudah sesuai. Bahkan ada universitas yang membuka beasiswa pendidikan berdasarkan prestasi. Ini baru satu hal pendidikan, masih banyak yang lain. Oleh karena itu, pengurus daerah sangat serius memanfaatkan FORNAS ini.
Keseriusan ini terlihat dari beberapa hal. Diantaranya jumlah yang hadir dalam FORNAS 2022 mencapai 23 Provinsi dari skater daerah seluruh Indonesia. YA BETUL, skater di Indonesia sudah seluas itu! Masih banyak lagi bahkan, tapi di event ini ada sekitar 150 peserta yang terdaftar.
Perjuangan Skater Daerah untuk Local Scene!
Bukan hal yang mudah untuk berangkat ke Palembang, terutama yang berasal daerah yang jauh. Provinsi terjauh berasal dari Provinsi Papua, Indonesia Timur. Diceritakan dari salah satu pengurus KIS provinsi Papua, pemerintah lokal Papua setidaknya mengeluarkan dana tak kurang dari 100 juta Rupiah untuk memberangkatkan tim skateboard ke Fornas Palembang. Angka yang sangat fantastis untuk pergi ke sebuah event. Karena transportasi dari Indonesia Timur ke Barat sangatlah mahal.

Mungkin sebagian dari kita berpikir, ”Wah angka segitu di daerah saya bisa jadi skatepark tuh”. Namun kita berpikir semacam ini karena kita tidak tahu ada cerita apa dibalik itu. Perjalanan berliku-liku dari teman-teman skater papua, untuk mengusahakan daerahnya agar bisa membesarkan skate scene, harus ditempuh salah satunya dengan cara ini. Bagi yang ingin menempuh cara biasa, itu merupakan sebuah pilihan, dan tidak ada yang salah semuanya. Namun perlu diingat masing-masing pilihan punya batas atas / batas yang paling tinggi yang bisa dicapai, dan tidak semua sama.
Dari sini kita baru tau bahwa “skatepark” tidak akan mentah-mentah terjadi tanpa usaha yang semacam ini dulu. Karena menghadapi pemerintah yang awam dengan keadaan skate scene, pemerintah memerlukan data atau pembuktian. Melalui event semacam inilah data dibangun. Karena bagi pemerintah, event skate lokal tidak terdata sebagai event yang mereka ketahui, sehingga datanya tidak dapat diakui secara sah.
High Risk High Impact!
Harapannya dengan usaha yang sejauh ini, mereka yang mewakili daerahnya dapat memberi prestasi dan mengangkat nama baik Provinsinya. Bersyukur hal ini terjadi. Setelah 23 provinsi bertanding di 16 Nomor Pertandingan, hasilnya cukup memuaskan. Harapan untuk membawa nama baik provinsi 90% lebih tercapai. Secara respon, media lokal pun tak menyangka bahwa untuk pertama kalinya daerah mereka mendapatkan kontribusi medali dari skateboard.
Banyak liputan media hingga terdengar ke kepala daerah. Yogyakarta misalnya, saat datang dari Palembang langsung disambut oleh KORMI setempat. Dengan berkontribusi semacam ini, wajar saja jika mereka berharap sesuatu sebagai timbal baliknya.

Tanpa fasilitas saja sudah menghasilkan medali, apalagi dengan fasilitas. Dari sini baru titik perjuangan dimulai di daerah. Selebihnya tergantung dari para pengurus daerah untuk seberapa besar akan memanfaatkan hasil dari event FORNAS ini.
“Senjata” sudah didapatkan, Data sudah ada, history sudah dibangun. Harapannya hal ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh pengurus daerah untuk lebih membesarkan scene. Sehingga efek berikutnya akan muncul bibit-bibit baru yang akan membesarkan skateboard lokal. Semakin besar skate scene, Industri skate lokal pun akan semakin berkembang. Sehingga makin maju skate scene Indonesia.
Itu salah satu impact yang diharapkan dengan adanya FORNAS ini. Dengan banyaknya peserta, event berikutnya otomatis akan didukung. Bahkan rumornya PON 2024 akan ada Cabor Skateboard yang dipertandingkan. Mudah mudahan ini bukan sekedar rumor. Karena dengan munculnya skateboard di PON, akan menjadikan skateboard tampak lebih serius di mata orang banyak. Sehingga skate scene di Indonesia lebih berkembang.
Foto yang terletak dibagian paling atas halaman ini dipajang, bukan karena mereka anggota KIS (Komisi Skateboard Indonesia), bukan tentang “bendera” apa yang digunakan untuk itu. Tapi mereka adalah salah satu dari sekian banyak yang memperjuangkan skateboard untuk daerah mereka. Dengan segala lika-liku yang dihadapi, kita apresiasi sebesar-besarnya untuk hasil dari yang mereka perjuangkan.
Foto: Alvin Rinaldo