The story behind "The Scars of Ali Boulala" Movie
The Scars of Ali Boulala - Trailer
Ali Boulala telah bermain skateboard sejak dia masih sangat muda, tetapi tidak pernah berpikir dia akan jadi Pro Skater. Namun, ketika sebuah brand (Flip Skateboard) setuju untuk mensponsori dia pada usia 16 tahun, dia meninggalkan Swedia dan pindah ke US. Namun kehidupannya sedikit berubah ketika berada disana. Lingkungan yang tidak biasa dia temui, semua serba baru dan menarik baginya.

Dengan mudah dia menjadi skate legend di tahun 90-an karena menjadi pemain skateboard paling nyentrik pada masanya. Ollie 25 stairs legendaris yang dia lakukan di Lyon - France, salah satu yang membuat faktor dia berani adalah karena dibawah pengaruh obat obatan & mabuk. Boulala sempat dilarang memasuki US karena perilaku mabuknya di depan umum. Saat itu posisinya tidak jelas berapa lama, atau apakah dia diizinkan kembali ke US atau tidak (walaupun sekarang sudah kembali diizinkan). Dia termasuk salah satu dari pendiri "Piss Drunx" (PD), bersama dengan Aaron Pearcy, Jim Greco, Andrew Reynolds, Erik Ellington, dan Dustin Dollin. Sekarang nama tersebut sudah berubah menjadi "Shake Junt", seperti yang dikatakan Dustin Dollin pada interview di tahun 2011 - “Shake junt is the new Piss Drunx”.

Pada 7 Maret 2007, Ali dan teman satu tim di Flip Skateboard - Shane Cross - mengalami kecelakaan sepeda motor yang cukup tragis di Australia. Keduanya mabuk berat saat mengendarai motor, dan Ali menabrak tembok dalam posisi Shane Cross membonceng di belakang. Ali berakhir dengan koma, dan Shane langsung tewas di tempat. Setelah sadar dari koma selama 4 minggu, Ali di hukum 4 tahun penjara dengan dakwaan berkendara dalam keadaan mabuk berat dan dikeluarkan dari FLIP Skateboard oleh Arto Saari. Dari sini masa depan tampak tidak begitu cerah bagi kehidupan Ali.

Max Eriksson (Produser Film ini) bertemu Ali di sebuah bar di Swedia segera setelah Ali kembali dari Australia di mana dia menghabiskan sekian lama waktu di penjara setelah kecelakaan itu. Sejak itu, dia merekam dan mewawancarai Ali - selama proses rehabilitasi / pemulihannya dari kecanduan narkoba dan alkohol. Pendana dicari melalui situs pendanaan publik kickstarter.com, dari target yang dituju adalah 35.000 Euro, dalam waktu 30 hari target tersebut langsung terpenuhi.

Saat ini, Ali telah sadar setelah bertahun-tahun penyalahgunaan minuman keras. Dia membawa bekas luka ditubuh dan jiwanya, yang pasti akan menjadi sebuah pengingat harian akan kecelakaan yang selama ini menghantuinya. Setelah kunjungan dari salah satu skater teman dekatnya, serasa kesempatan untuk "minum" terbuka kembali bagi Ali untuk menghadapi “iblis" dalam dirinya secara langsung. Dia harus memutuskan apakah dia siap untuk berhadapan kembali ke masa lalunya atau tidak, sangatlah tidak mudah menjadi skater yang sober / sadar dari keadaan tersebut.
Kabar gembiranya, saat ini dia kembali disupport oleh Flip Skateboard, bahkan dalam koleksinya yang terakhir saat artikel ini ditulis, papan Pro Model nya masih menjadi salah satu yang dipajang.
Di Swedia & US, film ini diputar melalui Bioskop / sinema. Premiere (penayangan perdana) film ini dilakukan di Tribeca Film Festival 2021. Belum ada kabar mengenai kapan akan ada digital release yang bisa dilihat orang banyak. Walaupun tidak menang pada penayangan perdananya, tapi film ini menang Tempo Documentary Festival 2022. Dan menjadi 2 nominasi di 2 Festival Film lainnya.