Supa Skateboarding Media Logo

Volcom Jam O Maya Video Contest

Cover: Satria Adjeh

Shot By: @kurodamnass

Di awal tahun 2000an, Volcom Indonesia pernah beberapa kali menggelar event kompetisi skateboard bernama Volcom Skate Jam-O-Rama. Event tersebut adalah salah satu dari rangkaian besar event-event skateboard lainnya dari Volcom di Indonesia.

Hampir 20 tahun kemudian, Volcom kembali dengan event kompetisi skateboard dengan sentuhan nama yang hampir serupa, Volcom Jam O Maya, namun kali ini mengambil format kompetisi digital.

Skateboarder dan Filmer akan berkolaborasi untuk membuat sebuah video part skateboarding untuk meraih kesempatan memenangkan total hadiah uang tunai Rp 58.000.000 serta goodies bag untuk total 15 orang pemenang. Tidak hanya itu saja, 8 orang pemenang yang terpilih, akan mendapatkan 2023 Invitational Ticket untuk berpartisipasi dalam kompetisi kejuaran skateboard dari Volcom di tahun 2023 mendatang.

Mungkin bagi kebanyakan skater di Indonesia (terutama yang baru), video part seperti bukan hal yang dianggap penting oleh skater masa kini. Terlebih karena pengaruh dan perkembangan sosial media. Skater lebih suka posting melalui sosial media ketimbang mengumpulkan video part. Tetapi kedua hal ini memiliki plus dan minus masing-masing. 

Ada beberapa hal yang membuat skater Indo tidak membuat video part. Hal utama yang mempengaruhi skater untuk membuat video part adalah seorang videografer. Melihat video part yang ada diluar Indonesia dibuat dengan proper, maka skater Indo kebanyakan sungkan untuk membuat karena takut dianggap jelek video nya. Maka videografer merupakan faktor yang sangat penting untuk memproduksi video part yang baik.

Berikutnya jika ada video harus ada juga editor, karena video tidak akan menjadi baik hasil akhirnya jika tidak di-edit dengan baik pula. Ketiga adalah waktu yang panjang. Skater sekarang merasa kalo ga ada update di sosial media, mereka dianggap tidak eksis oleh kawanan nya. Sehingga lebih memilih output nya untuk di rilis di sosmed ketimbang dikumpulkan menjadi video part.

Kelebihan Sosial Media
Saat kita posting, otomatis kita dianggap lebih update dan proses nya cepat. Video yang sangat singkat, hanya (misalkan) dibungkus dalam beberapa angle camera saja, dapat menjadi sebuah postingan yang menarik. Dan juga skater merasa Terlihat konsisten karena setiap main skate selalu posting.

Kekurangan Sosial Media
Saat kita sering memposting suatu tempat / spot bermain, maka tempat itu dianggap basi karena sudah dicoba banyak orang. Hal ini berbeda jika kita bungkus dengan video part dan tidak dirilis sebelum lengkap video nya. Kualitas trick terlihat kurang konsisten, terkadang kita dapat trick bagus, kadang kurang bagus, tapi karena faktor tuntutan sponsor (misalnya) skater harus tetap memposting. Cakupan view hanya followers saja, kurang menyebar.

Kelebihan Video Part
Kita dapat membangun image tertentu yang ingin dibentuk dengan video part yang relatif lebih panjang dari postingan sosial media. Video part biasanya lebih dikenang panjang dibanding postingan sosmed, terutama jika diproduksi dengan kualitas yang baik. Trick tampak konsisten, dengan bungkusan yang lebih rapi akan lebih enak dilihat dalam durasi yang relatif panjang. Brand dapat memanfaatkan untuk media promosi yang baik. Hasil akan memuaskan ketika diproduksi dengan rapi dan baik.

Kekurangan Video Part
Harus ada videografer yang mengerti trick untuk menghasilkan clip yang baik. Harus ada video editor juga untuk membuat hasil produksi nya (tergantung seberapa kualitas yang diinginkan). Waktu pengumpulan trick dan pencarian spot relatif lebih lama daripada yang dipergunakan untuk postingan sosmed.

Melalui video contest ini Volcom telah membantu mengembalikan skateboard pada roots nya. Membuat video part merupakan representasi dari skateboarders dan siapapun yang mendukung nya. Terdapat banyak cerita yang bisa diangkat.

Submission Video sudah masuk banyak ke website volcom, lakukan Vote segera di WEBSITE VOLCOM INDONESIA!

Tags Volcom

Latest

Post